nav-left cat-right
cat-right
pictures to animation
convert pictures to animation here

Momentum 11 September menjadi Sarana Pelecehan terhadap Islam

Momentum 11 September menjadi Sarana Pelecehan terhadap Islam

Amerika dan sekutunya menjadikan momen tanggal 11 September itu sebagai sarana untuk mendiskreditkan Islam secara menyeluruh. Kejadian memilukan yang diperbuat oleh kelompok teroris yang menghancurkan menara kembar gedung WTC tempo dulu sebaiknya tidak digeneralisir sebagai perbuatan kaum muslimin secara keseluruhan. Apabila paradigma seperti ini dijadikan alasan Barat untuk menggelorakan kebencian terhadap Islam, ternyata teori yang mereka gunakan masih sangat primitif. Karena mayoritas kaum muslimin di dunia tidak pernah memberikan toleransi terhadap “kebodohan” pelaku terorisme yang mengatasnamakan Islam.

Sikap ketidaksukaan Barat terhadap Islam sungguh mencerminkan ketidak-dewasaan mereka dalam hal bersikap. Ini jelas sikap yang tidak adil, karena kekejaman Amerika terhadap warga Jepang (bukan tentara) pada kejadian bom atom Hiroshima dan Nagasaki dengan menelan korban jiwa puluhan ribu jiwa, seolah kejadian ini dianggap sebuah kebiasaan. Padahal hal ini jelas sebuah kebiadaban. Karena membunuh musuh di medan perang boleh saja dibenarkan. Akan tetapi Amerika membalas serangan tentara Jepang ditujukan secara segaja kepada penduduk sipil. Apakah hal ini tidak lebih biadab daripada teroris?

Kejadian 11 September 2001 seharusnya tidak perlu terjadi jika tidak ada unsur “pembiaran” dari kekuatan pertahanan negara setempat. Dalam hal ini masyarakat dunia sudah tahu bahwa Amerika itu memiliki kecanggihan yang luar biasa dalam kekuatan militer dan inteljen. Tapi mengapa gerakan terorisme bisa leluasa masuk dan berbuat onar di negera tersebut? Jika begitu, apa sih tugas FBI dan CIA?

Gerakan Pelecehan Islam Terstruktur

Film Innocence of Muslims merupakan film yang disetting sedemikian rupa, sehingga akan disebarluaskan pada momen penting di mana Amerika bertepatan ketika memperingati kejadian 11 September. Kita sudah bisa menebak bagaimana Amerika berada di balik settingan ini? Film tersebut sudah bisa dipastikan bakal mengundang reaksi keras kaum muslimin di seluruh dunia. Prediksi ini bukan mustahil sudah dirancang, ternyata begitu kaum muslimin bereaksi dan meluapkan emosinya, maka sekali lagi misi orang kafir ini berhasil. Biarlah mereka korbankan duta besar dan konsulatnya, hanya sekedar umpan. Hal ini adalah trik bagaimana Amerika menarik simpati dunia agar pada saat mereka melakukan agresi militer ke Libya (misalnya) mendapat dukungan dari masyarakat publik dunia.

Tanpa Mengesampingkan Sikap Mengagungkan Nabi SAW, Kaum Muslimin tidak terlalu Reaktif.

Misalnya saja, ketika film Innocence of Muslims ini menyebar di dunia maya, ternyata kaum muslimin tidak resfek sama sekali terhadap film tersebut. Maka selain misi mereka/kafir gagal, sekaligus juga menghapus harapan mereka untuk mendapat belas kasihan masyarakat dunia.

Biarlah orang kafir berkoar-koar menghabiskan energi untuk menjelek-jelekan Islam, yang penting sikap dan rutinitas peribadatan kaum muslimin semakin kokoh dan beramal semakin berkualitas. Kecuali, ketika mereka terang-terangan mengangkat senjata dan menantang perang, maka kaum muslimin jangan pernah memberi ruang sedikitpun untuk turut berjihad dan berperang mati-matian untuk mengalahkan mereka.

Hanya saja, kecintaan kita terhadap Nabi Muhammad SAW sudah melebihi batas cinta yang wajar. Kita memaklumi hal ini, karena ketika sang Nabi Kita dilecehkan, maka sama artinya melemahkan bacaan SYAHADAT kita, melemahkan bacaan SHALAWAT kita, melemahkan pengharapan terakhir kita untuk mendapatkan SYAFA’AT di hari kiamat nanti………

ALLOHUMMA SHALLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD wa ‘ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD

pictures to animation
convert pictures to animation here gif creators
picasion gif creators online" alt="468 ad" class="foursixeight" />